Budaya Turki yang Bikin Baper

04.06.00

"Bahkan antara lelaki dan lelaki pun umum saling memanggil 'sayang'.

[Drama Turki di Indonesia]
Seiring dengan semaraknya drama Turki yang tayang di televisi Indonesia, bertambah juga masyarakat yang mulai menyukai artis Turki. Lah! Hal ini dapat dilihat dari pesan teman-teman di Indonesia melalui facebook dan jejaring sosial lainnya kepada kami, salah satunya, sebagai mahasiswa Indonesia di Turki. Beberapa teman saya terang-terangan mengatakan kesukaannya terhadap Ayaz, salah satu tokoh fiktif dalam drama Turki “Cinta Musim Cherry”. 

Katanya, konon tokoh Ayaz sangat tampan. Bahkan, salah satu teman saya di sini pernah cerita bahwa ia pernah dikirimi pesan oleh perempuan Indonesia yang minta dicarikan lelaki Turki. Pertama kali menjejakkan kaki di Turki, saya memang sempat terkejut karena apa yang dikatakan oleh media memang benar bahwa perempuan dan lelaki Turki sangat cantik dan tampan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang Turki adalah ras tercantik dan tertampan karena merupakan campuran Barat dan Arab. Tapi seiring berjalannya waktu, justru bosan sendiri tiap hari lihat orang cantik dan tampan mondar-mandir di jalanan. Bahkan tukang sapu di jalanan aja cakep loh.

Selain cantik dan tampan, ada beberapa budaya Turki yang bisa membuat pendatang baru jadi baper. Di samping itu sikap mereka yang cenderung keras. Cerita teman perempuan saya asal Turki yang sempat menjalin hubungan dengan lelaki Malaysia, dia suka lelaki Malaysia karena mereka lebih kalem, tidak sekeras lelaki Turki. Kesempatan tuh untuk kalian lelaki Indonesia. Hehe. Tapi, perempuan Turki lebih cenderung menyukai lelaki yang brewokan. Semakin brewok, semakin suka mereka. Itulah sebabnya, banyak teman sekelas saya yang brewokan. Padahal usianya masih seumuran saya, menjelang 20 tahun. Maklum, semasa SMA, mereka dilarang memelihara janggut, kumis dan brewok.
Saya ingat waktu itu teman perempuan Turki saya menunjukkan foto artis laki-laki kepada saya dan salah satu teman perempuan Indonesia saya.
Dia : Lihat deh! Gimana menurutmu? Di Turki, dia ini ganteng banget.
Kami  : (saling berpandangan lalu menggeleng tidak setuju)
Dia : I can’t believe it. Menurut kalian dia nggak ganteng? Terus ganteng itu kaya gimana?

Kami pun menunjukkan foto artis Indonesia. Dia menggeleng-geleng. Standar cantik dan tampan memang beda. Meski begitu, berdasarkan pesan yang dikirimkan oleh teman-teman di Indonesia, tampaknya mereka mulai menyukai orang Turki. Efek drama di televisi tuh.
Dan ini juga bisa memacu baper, topik yang akan kita bahas kali ini berdasarkan pengalaman dan apa yang saya lihat.
Orang Turki Sering Mengedipkan Mata

Ini sebenarnya merupakan hal yang biasa. Tapi buat orang yang nggak tahu bahwa itu adalah budaya yang sudah umum, pasti bikin baper. Apalagi di Indonesia kan kedipan mata itu masih masuk ke ruang “genit” dan “suka flirting”. Misal nih habis kenalan sama orang Turki. Terus pas ketemu di jalan, ia kedipin sebelah matanya ke kita.
“Jangan-jangan dia suka sama aku?”

Jangan pernah berpikir semudah itu. Mengedipkan mata adalah tanda mereka say “Hi” ke kita. Itu cuma sapaan. Normal untuk melakukannya kepada siapapun yang kita kenal. Jangan baper! Kecuali kalau ada orang asing yang bersimpangan di jalan tiba-tiba ngedipin matanya ke kita, tinggal pergi ajalah.
Orang Turki Sering Memanggil “Sayang”

Tidak hanya antara perempuan dan perempuan. Di Indonesia normal ya panggil sesama teman perempuan dengan sebuatan “sayang”. Di Turki, antara lelaki dan perempuan juga umum untuk memanggil “sayang”. Bahkan antara lelaki dan lelaki pun umum saling memanggil “sayang”. Percaya nggak kalau sesama lelaki Turki jika bertemu akan cipika-cipiki? Iya. Kekar-kekar begitu, cipika-cipiki. Itu normal, bukan penyuka sejenis. Meski demikian, teman asing saya yang laki-laki aja masih bilang geli kalau harus melakukannya dengan laki-laki Turki :D
Daftar panggilan sayang :
·   Canım (nyawaku)
·   Hayatım (hidupku)
·   Bebeğim (my baby)
·   Şekerim (gulaku)
·   Tatlım (my sweety)
·   Balım (my honey)
·   Misal namanya Aida, dipanggil Aidacım, Aidam benim (Aidaku, milikku)
·   Kanka/kanki (saudara sedarahku-walau nyatanya bukan)
·   Kardeşim (saudaraku)
·   dll

Namun di antara semuanya, yang paling sering digunakan adalah canım. Baik antara teman, dosen-mahasiswa, pedagang-pembeli, dokter-pasien dan masih banyak lagi. Contohnya kemarin ketika saya hendak menanyakan sesuatu ke dosen saya....
Saya : Hocam!
Dosen : Canım!
Saya : Saya mau tanya sesuatu, Bu.
Dosen : Silahkan, sayang.

Itu normal. Jangan baper! Kalau di Indonesia, sepengalaman saya sih yang begitu berlakunya di TK dan SD doang. Iya nggak sih?
Orang Turki Suka Gemes

Kalau lelaki Turki nggak begitu, perempuan Turki justru sering banget gemas. Hal yang menurut saya biasa aja, menurut dia menggemaskan. Anggap saja kita mendengar bule berbicara bahasa Indonesia, pronounciation-nya terdengar aneh kan di telinga kita? Perempuan Turki daripada bilang aneh akan bilang, “Kamu ngomongnya cute banget. Coba ulang lagi dong. Aduh, yerim seni (aku makan kamu).”
Hal ini terjadi juga ketika saya sebagai orang asing kesulitan untuk menjelaskan sesuatu dengan bahasa Turki.
Saya : Ah ya udahlah! Lupakan. Susah banget jelasinnya. Maaf ya!
Lelaki Turki : Kita justru akan bersimpati. Kami senang kok ada orang asing yang bisa bahasa kita.
Perempuan Turki : Iya, kita senang dan nggak akan marah kok. Justru kalian tuh cute banget kalau ngomong. Kita suka dan nggak mempermasalahkannya.

Jadi kalau perempuan Turki bilang kalian ngomongnya cute, jangan baper!
Orang Turki Suka Nanyain Kabar dan Kepo

Mereka ini sangat peduli. Dan bahkan mungkin terlalu peduli. Dalam sehari, mereka bisa saja menanyakan kabar kita sebanyak 5 kali.
“Kamu apa kabar?”
“Kamu lagi ngapain?”
“Cerita dong kamu seharian ini ngapain aja?”

Kadang bahkan mereka bikin saya kesal gara-gara nanya terus.
Teman Turki : Kamu apa kabar?
Saya : Baik. Makasih. Kamu?
Teman Turki : Baik juga. Kamu lagi ngapain?
Saya : Nih duduk. (tertawa)
Teman Turki : (bingung-mungkin bingung akan alasan saya tertawa)

Padahal kan udah jelas saya lagi duduk diam. Masih juga ditanya. Hehe. Waktu awal menerima perlakuan mereka seperti ini, saya sempat tanya kepada teman Turki kenapa mereka suka tanya kabar dan kepo.
Teman Turki : (tertawa) Itu karena kita peduli. Misalnya aja nih aku lagi tidur. Tapi masih sedikit sadar. Terus ada teman sekamarku yang nanya aku lagi apa. Ya aku jawab kalau aku lagi tidur. Itu normal di sini.
Jadi kalau ditanyain kabar terus-terusan seolah dispesialkan, jangan baper!
Orang Turki Suka Membantu

“Kamu kalau ada apa-apa, butuh apa-apa, bilang ya… Telefon aku aja. Ok?”

Ini sering sekali terjadi. Di samping kenyataan mereka yang gemar membantu, mungkin juga faktor kita sebagai orang asing di Turki kali ya.
Perempuan Turki : Kamu dari mana?
Saya : Gedung Sastra (ngos-ngosan)
Perempuan Turki : Eh loh kenapa?
Saya : Gedungnya udah dikunci. Aku kekunci di dalam tadi. Untungnya bapak satpam belum pulang.
Perempuan Turki : Aih… kasian banget. Kok bisa sih?
Lelaki Turki : Kamu punya nomer dia (perempuan Turki) nggak? Nanti kalau ada apa-apa atau kejadian begini ada lagi, kamu bisa telefon dia.
Saya : (tertawa)
Lelaki Turki : Aku serius loh. Soalnya ini bahaya banget kalau sampai kekunci di dalam gedung.
Perempuan Turki : Iya bener.

Lalu saya dan perempuan Turki yang merupakan teman sekelas saya itu pun bertukar nomer telefon.
Ada juga teman Turki yang tiap hari nanyain gimana perkembangan bahasa Turki saya. Ketika saya kesulitan menangkap dosen yang sedang mendikte di kelas, teman Turki saya bahkan menyalin catatannya untuk saya. Haduh! Terlalu baik. Saya kan bisa menyalin catatannya sendiri. Jadi kalau seringkali ditolong, jangan buru-buru baper!
Orang Turki Suka Traktir Teman

Saya sering merasa nggak enak kalau pergi ke kafe bareng teman Turki. Acara mentraktir ini memang tidak selalu terjadi. Namun sering. Terlebih kalau sekedar untuk membeli teh, kopi, minuman dan makanan ringan lainnya yang harganya nggak seberapa. Jadi, saya terkadang menyiasatinya dengan menyiapkan uang terlebih dahulu.
Teman Turki : Udah ih kamu apaan sih, biar aku aja. (lagi buka dompet)
Saya : (buru-buru kasih uangnya ke kasir) Kalian tuh terlalu sering traktir orang.
Teman Turki : Ya nggak apa-apa. Selama kita punya uang, kita harus berbagi. Kecuali kalau kalau kita sama sekali nggak punya uang barulah bayar sendiri-sendiri.

Bener juga sih. Tapi kan jadi nggak enak kalau sering ditraktir begitu. Nanti malah jadinya baper.
Udah deh ya, 6 dulu aja. Udah pada baper belum?
Dari beberapa hal di atas, kita juga nggak bisa langsung menyimpulkan bahwa semua orang Turki begitu. Tidak juga. Tapi sejauh ini yang saya jumpai begitu.

Naelil Maghfiroh
Mahasiswa asal Jawa Timur sedang studi Jurusan Jurnalistik di Ege University, Izmir Turki. Tulisan ini bersumber dari blog Naelil di sini.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
12 Maret 2016 pukul 20.16 delete

Baca tulisan ini pun bikin baper.

Reply
avatar
12 Maret 2016 pukul 21.22 delete

Hehe... makasih sudah bikin baper?

Reply
avatar
20 Agustus 2016 pukul 08.21 delete

Bener bikin baper...itulah mengapa saya suka turki..karena orang2nya yang ramah,baik,dan seuka membantu :)... Ben turkey seviyorum

Reply
avatar
10 Januari 2019 pukul 11.09 delete

aku punya temen cowok turki perhatian banget dia rajin ibadah. Tapi Kenapa dia lebih senang liat aku nggak pake jilbab ya ?

Reply
avatar