Istimewanya Makan Siang Mahasiswa di Turki

05.31.00

"Pilihan menu makan pun dibuat seirit mungkin, misalnya menu stereo atau sego tempe loro (nasi tempe dua) dengan kuah atau sayur secukupnya."

[Suasana Makan Siang Mahasiswa Universitas Selcuk di Sosyal Tesisler. Foto @https://www.selcuk.edu.tr]
Anda pernah mengalami kesusahan dalam urusan makan selama menjadi mahasiswa? Untuk anak orang kaya, tentu tak ada masalah. Tetapi apakah rakyat Indonesia semuanya kaya? Kita sama-sama tahu. Banyak lho di antara kita para pelajar datang ke kota untuk kuliah dengan bekal pas-pasan, atau bahkan menjadi nyambi kerja demi kuliah. Bagi kelompok yang banyak ini, makan siang adalah sebuah pertaruhan!

Tulisan ini ingin kembali menyalakan kenangan bahwa makan siang adalah sebuah setumpuk perjuangan yang tak boleh dilupakan. Suka-duka bergelayut hebat saat perut keroncongan, bukan?

Dulu saat di Jogja, sebagai mahasiswa dengan kantong pas-pasan, saya sering menghemat dengan menggabungkan makan pagi dengan siang atau makan siang dengan malam. Pilihan menu makan pun dibuat seirit mungkin, misalnya menu stereo atau sego tempe loro (nasi tempe dua) dengan kuah atau sayur secukupnya.

Lalu bagaimana makan siang bagi mahasiswa di Turki? Fakta berputar sekitar 180 derajat. İni salah satu fakta yang unik di Turki bahwa mahasiswa/pelajar mendapatkan santunan dari negara! Makan siang di Turki sebagai mahasiswa, kalau dipikir-pikir, lebih terjamin dibandingkan ketika saya menjadi mahasiswa di Indonesia.

Saat ini di Konya, sebagai mahasiswa peraih beasiswa dari pemerintah Turki saya mendapatkan fasilitas asrama termasuk makan pagi dan malam sudah ditanggung oleh pemerintah Turki. Kalau siang masih perlu makan, kampus menyediakan fasilitas makan siang dengan harga yang sangat miring.

Sebagai perbandingan, makan siang di ‘kantin khusus’ bernama Sosyal Tesisleri yang disediakan Universitas Selçuk hanya perlu membayar 2 Lira untuk sekali makan. Mahasiswa hanya perlu membayar di muka untuk minimal 10 kali makan atau 20 Lira. Bahkan pada tahun 2012, sebelum banyak mahasiswa asing, bagi mahasiswa asing digratiskan makan di kantin ini. Kualitas makanan yang disediakan di kantin kampus ini bisa dibilang ‘melebihi harganya’, dalam artian makanan itu kalau di restoran lain harganya paling tidak 10 Lira-an.
[Menu Makan Siang di Sosyal Tesisler (Sote) dengan Roti, Ayam, Nasi, Çorba dan Tatlı. Foto @Yanuar Agung]
Sementara itu jika makan di kafetaria kampus, seperti warung kebab atau döner, köfteci, kumru, dsb, paling tidak akan menghabiskan uang sebesar 6 Lira. Sebagai contoh, tavuk döner atau yang di Indonesia dikenal dengan kebab dengan isi ayam yang paling murah harganya 2,5 Lira belum termasuk minumnya. Bila memilih makan dengan menu yang lebih banyak menggunakan piring, tentu saja harganya lebih mahal. Misalnya menu mie, ayam, dan ayran di bawah ini dihargai sebesar 10,5 Lira.
[Menu Makan Siang di Kafetaria Kampus: Mie, Ayam, Salata, Roti dan Ayran. Foto @Yanuar Agung]
Dengan perbandingan harga yang begitu jauh antara kantin yang disediakan kampus dengan kafetaria swasta, banyak mahasiswa yang memilih untuk makan di kantin kampus. Tidak hanya untuk mahasiswa, kantin kampus juga menyediakan makan  ‘murah berkualitas’ bagi dosen dan pegawai kampus. Namun, karena banyak peminat, untuk makan di kantin kampus itu harus mengantre panjang. Pengalaman saya kira-kira 10 menit dalam antrean. Kalau tidak mau antre dan tidak suka dengan makanan di kantin kampus, mahasiswa bisa makan di kafetaria swasta. İtu sebabnya yang membuat kafetaria swasta ramai atau tidak kehilangan pembeli meski ada kantin kampus yang murah meriah.
[Suasana Antrean di Sote Kampus. Foto @Yanuar Agung]
Harga makan siang yang murah meriah berkat subsidi pemerintah ini tidak hanya berlaku di Universitas Selçuk. Semua universitas negeri di kota lain juga memberi potongan harga kepada mahasiswanya untuk makan siang. Misalnya saja di Universitas Yıldırım Beyazıt Ankara (2 Lira), Middle East Technical University Ankara (1,75 Lira), Istanbul Technical University (2 Lira) dan Universitas Istanbul (1,85 Lira). Nah, ini namanya negara hadir untuk generasi muda yang konon menjadi penerus masa depan bangsa negara.
[Suasana Makan di Sote Kampus. Foto @Yanuar Agung]
Dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Turki khususnya kepada mahasiswa asing penerima beasiswa pemerintah Turki, kita tentu tidak lagi pusing dengan urusan mengatur makan agar hemat sebagaimana yang pernah saya alami di Jogja dulu. Mahasiswa hanya dituntut untuk belajar, belajar dan belajar.


Yanuar Agung Anggoro
Mahasiswa Selcuk University, Konya asal Batang, Jawa Tengah. Gemar membuat bakso sendiri, penikmat Lahmacun, dan fans garis keras Manchester City. Tulisan-tulisannya bisa dijumpai di blog penulis di sini.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
3 April 2016 pukul 15.43 delete

Joss jadi pengen kuliah ke turki, lumayan bisa irit.

Reply
avatar
5 September 2016 pukul 02.28 delete

Baca kak detail update website TS, di menu STUDI

Reply
avatar