Kenangan Pembaca Surat Kudeta 1980

09.57.00

Pada waktu itu tidak ada tank menembaki rakyat

[Mesut Mertcan, Pembaca Surat Kudeta 1980. Foto +NTV]
Republik Turki kembali mengalami kudeta militer setelah 36 tahun, sejak 12 September 1980. Percobaan kudeta militer yang terjadi pada malam tanggal 15 Juli tersebut langsung berhadapan dengan rakyat. Percobaan kudeta yang dilakukan oleh segelintir jenderal dan pasukan itu pun gagal.

Rakyat Turki turun ke jalan secara besar-besaran setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan meminta rakyat untuk melawan segala percobaan kudeta. Meskipun pada akhirnya gerakan mereka yang memperjuangkan demokrasi di negara Turki harus dibayar mahal dengan jatuhnya ratusan korban nyawa.

Pada waktu itu kejadiannya tidak brutal. Dua tentara datang ke kantor kami bekerja. Saya mulai membacakan surat penyataan pengambialihan kekuasaan ke depan publik

Yang tersisa dan tak mungkin dilupakan setiap peristiwa kudeta adalah penyiar saluran resmi pemerintah yang disandera untuk membacakan surat pernyataan kudeta di bawah tekanan tentara. Pada percobaan kudeta 15 Juli kemarin adalah Tijen Karaş yang berada dalam tekanan tentara untuk membacakan surat tersebut. Ekspresi mukanya yang getir, sambil minum air mineral karena terkejut, Karaş tidak akan dilupakan oleh akyat Turki.

Berikut ini adalah pengalaman seorang presenter dan pembaca berita di Türkiye Radyo Televizyon (TRT) ketika kudeta tahun 1980. Mesut Mertcan adalah penyiar radio yang membacakan surat pernyataan pengambilan alih kekuasaan ke tangan militer yang dibuat oleh militer sebagai penanggung jawab kudeta.

“Pada waktu itu kejadiannya tidak brutal. Dua tentara datang ke kantor kami bekerja. Saya mulai membacakan surat penyataan pengambialihan kekuasaan ke depan publik. Tak ada ceritanya tank-tank yang menembaki rakyat,” kenangnya.

Ketika ditanya tentang peristiwa kudeta kemarin, “Sekarang saya bisa mengenang situasi waktu itu. Alasan untuk kudeta waktu itu kuat. Belum ada presiden yang terpilih, DPR juga tidak kompak dan pemerintahan tidak terbentu. Banyak ancaman teror di mana-mana. Setiap hari ada pertikaian antara kelompok kiri dan kanan atau bahkan tidak jelas identitasnya dan banyak makan korban. Hari ini tidak ada kejadian seperti itu. Bapak Presiden, Bapak Perdana Menteri, dan Anggota Kabinet semuanya terkendali. Kita sedang berada di masa demokratis," jawabnya panjang lebar.
[Eskpresi Karaş pada ketika Membacakan Surat Kudeta di Bawah Tekanan Tentara. Foro +YouTube ]
Ketika harus membaca surat pernyataan yang dibuat militer ke depan publik, dirinya merasa seperti seokor ikan yang terlempar ke daratan. Dia memahami betul psikologi yang ditanggungnya. “Saya mengerti bagaimana perasaan seorang Tijen Karaş ketika 15 Juli kemarin ditekan untuk membacakan surat kudeta di depan layar telivisi.”

Mertcan menegaskan bahwa tentara masuk ke studio TRT tidak terburu-buru. Semuanya sudah ada dalam kendalinya.

“Makanya saya tidak percaya kalau ada Angkatan Bersenjata yang melakukan kudeta dengan melepaskan tembakan ke tengah-tengah rakyat, ke gedung DPR yang menjadi simbol demokrasi atau ke istana negara. Semua ini sudah ada komando dari jenderal di atas. Ketika percobaan kudeta sudah dijalankan, pemerintahan akan berubah dan anda mendengarkannya. Ada rasa sensasi. Sensasi itu tetap tergurat tak bisa dijelaskan. Suasana hati Tijen Karaş sungguh saya pahami. Selain itu, dia seorang wanita. Tentara hilir mudik dengan membawa senjata. Apa-apaan mereka itu? Mereka bukan tentara. Seperti yang disampaikan Presiden, mereka adalah teroris yang berpakaian tentara yang berniat ingin mengacaukan Turki,” pungkasnya.

[Sumber tulisan dari ntv.com.tr/]


Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »