Tradisi Idul Fitri di Turki

19.47.00

Ziarah kubur adalah tradisi lebaran yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Turki

[Foto dari www.blog.n11.com/]
Mengumpulkan Permen
[Foto www.haberler.com]
Idul Fitri menjadi salah satu hari yang menyenangkan bagi anak-anak di Turki. Karena pada hari ini setiap rumah menyediakan beragam permen dan cokelat dari berbagai merek. Anak-anak datang dengan membawa plastik kresek. Sayangnya, di kota-kota besar tradisi ini sudah mulai hilang.

Saling Maaf-Memaafkan
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Seperti di Indonesia dan di berbagai negara Muslim lainnya, momentum Idul Fitri dijadikan ajang untuk saling memaafkan antarsahabat, keluarga dan kolega-kolega.

Silaturrahim
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Meski istilah “mudik” tidak sesemarak kita, Turki juga mempunyai tradisi berkumpul dengan keluarga. Nyaris setiap kota besar seperti Istanbul dan Ankara akan lebih sepi di hari Idul Fıtri karena banyak dari penduduk mereka kembali ke kampung. Tradisi silaturrahim dan mengunjungi kerabat menjadi bagian perayaan Idul Fitri di Turki

Ramah-Tamah untuk Musafir
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Turki dikenal sebagai masyarakat yang cinta-musafir. Setiap lebaran Idul Fitri dipastikan ada banyak penganan (Turkish Delight) dan teh untuk para tetangga dan musafir yang berkunjung untuk silaturrahim. Di samping itu, mereka mempunyai makanan khas untuk penganan sesuai dengan daerah masing-masing di Turki. Yang pasti ada adalah permen dan baklava untuk keluarga yang kaya.

Salat Idul Fitri
[Foto unyabizim.com]
Setelah salat Idul Fitri masyarakat  Turki biasa melakukan ucapan selamat dengan istilah lain bayramlaşma (saling berbagi rasa suka cita lebaran dengan ucapan selamat seperti Ramazan Bayramınız Mübarek olsun dan bersalaman).  Momentum seperti ini menjadi pemupuk rasa persaudaraan, kesatuan dan solidaritas.

Tak Ada Kumandang Takbir 

Ini yang membuat lebaran (Idul Fitri atau Idul Adha) di Turki terasa hambar. Kita tidak bisa menikmati alunan dan gema takbir dari masjid-masjid di Turki. Di masjid, malam lebaran dan hari lebaran tak ada bedanya seperti hari-hari biasa. Kita yang pernah menikmati keramaian dan kebersahajaan lebaran tidak akan menemukan pengalaman demikian jika pernah mengalami lebaran di negeri dengan mayoritas Muslim ini. Terasa hambar.

Ziarah Kubur
[Foto www.haberler.com]
Ziarah kubur adalah tradisi lebaran yang tak bisa dilepaskan dari masyarakat Turki. Anak-anak kecil dan semua anggota keluarga diajak mengunjungi kakek-nenek dan buyut yang telah mendahului mereka. Setiap lebaran Idul Fitri, area pemakaman menjadi salah satu tempat yang ramai.

Berbagi Zakat dan Sedakah
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Zakat Fitri adalah kewajiban. Di samping itu, salah satu tradisi yang paling indah dan bermakna adalah memberikan sedekah kepada orang-orang miskin dan dalam situasi sulit.

Bagi-bagi Angpau
[Foto www.sozcu.com.tr]
Kebahagian lebaran Idul Fitri bagi anak-anak tak ada batasnya. Seperti juga terjadi di Indonesia, orang Turki akan memberikan angpau berupa uang jajan kepada anak-anak dari sanak famili yang berkunjung ke rumah nenek-kakeknya. Mereka sudah pasti menyiapkan uang jajan. Idul Fitri adalah momentum panen uang jajan bagi anak-anak di Turki. 

Hadiah Tisu Kain
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Salah satu contoh yang paling indah dari tradisi lebaran Idul Fitri adalah untuk memberikan tisu untuk anak-anak. Tisu semacam saputangan itu dibagikan kepada anak-anak yang datang untuk mengunjungi mereka. Tradisi ini masih lanjut meski mulai ditinggalkan.

Uang Tip untuk Davulcu
[Foto dari www.blog.n11.com/]
Tradisi membangunkan orang sahur di Turki masih belangsung meski tidak terjadi di semua daerah. Mereka menabuh drum (davul) berkeliling di kampung masing-masing. Para davulcu tersebut akan mendapatkan uang tip ketika lebaran tiba, ada sebagian masyarakat memberikannya pada malam terakhir bulan puasa.

Kahke di Gaziantep
[Foto http://www.orkidepastanesi.com/]
Kahke adalah makanan khas dari daerah Gaziantep. Bagi orang Antep, lebaran tanpa Kahke bukan lebaran namanya.

Helesa di Sinop
[Foto www.haberler.com]
Helesa adalah salah satu tradisi bulan Ramadan di Sinop, daerah Laut Hitam, semacam pesta desa yang dirayakan khususnya oleh muda-mudi hingga malam lebaran. Assesoris yang dibawa berupa perahu, menyanyikan gita rakyat Laut Hitam.

Kömbe dari Hatay
[Foto aa.com.tr]

Daerah Hatay, Gaziantep, Osmaniye dan Kahramamaraş mempunyai makanan khusu Idul Fitri, dikenal dengan nama Kömbe.

Tulisan di atas diadaptasi dari berbagai sumber.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar