Tradisi Lailatul Qadar di Turki

18.42.00
Berbeda dengan tradisi di Indonesia, malam Lailatul Qadar (Kadir Gecesi) di Turki diperingati pada malam 27 Ramadan. Tahun ini malam 27 Ramadan bertepatan dengan tanggal 1 Juli . Umat Muslim Turki malam kemarin (1/7) secara serentak menyambut datangnya malam Lailatul Qadar. Seluruh jamaah berbondong-bondong memadati masjid di kawasan mereka masing masing.
[Salat Jamaah di Halaman Masjid SelimiyeFoto : Hari Pebriantok ]
Tradisi Kadir Gecesi juga dirayakan oleh umat Muslim di Konya. Di kota Sufi Maulana Jalaluddin Rumi ini, para jamaah setelah salat Magrib mulai memadati halaman masjid Selimiye yang terletak di komplek makam dan museum Rumi. Perayaan Lailatul Qadar di Konya dihadiri puluhan ribu jamaah. Mereka melaksanakan salat Tarawih 20 rakaat dan salat Witir 3 rakaat. Di luar itu ada jeda untuk mengambil/memperbarui wudhu bagi yang batal. Ibadah selanjutnya salat Lailatul Qadar sebanyak 4 rakaat. Pada rekaat pertama dan ketiga mereka membaca surat al Fatihah dan al Qodar. Pada rekaat kedua dan keempat mereka membaca surat al Fatihah dan al Ikhlas.
[Perayaan Lailatul Qadar di Konya dihadiri sekitar 100 Ribu Jamaah. Foto : Hari Pebriantok]
Di luar komando para imam dan mufti tersebut, jamaah bebas melaksanakan salat sunnah lainnya seperti Tahajud.
[Kadir Gecesi di Konya . Foto : Hari Pebriantok]
Salah satu hal unik yang bisa kita temui di masjid Selimiye , Konya adalah di antara dua menara masjid terdapat lampu bernama mahya yang memijarkan kalimat ‘kadir gecesi bin aydan daha hayırlıdır’ (Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan). Perayaan malam Lailatul Qadar ini berlangsung hingga waktu sahur. Para jemaah setelah melakukan ibadah disediakan makan sahur oleh panitia acara. 


Hari Pebriantok Salah satu pendiri Turkish Spirit. Mahasiswa asal Sragen sedang studi Jurnalistik di Selcuk University, Konya Turki dan pecinta fotografi dan film, juga aktif menulis untuk blog pribadi.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »